PENGANTAR TRAINING TATALAKSANA TRANSFER PASIEN DI RUMAH SAKIT
Prinsip umum transportasi pasien yang aman dan efektif membutuhkan keputusan secara hati-hati dibuat mengikuti kondisi pasien yaitu kondisi stabil pasien, tingkatan prioritas, kebutuhan perawatan selama perjalanan, kelayakan pengantar dan kelayakan peralatan. Selama transportasi tidak mustahil muncul keadaan atau kondisi yang menyebabkan proses transportasi tidak aman. Adapun faktor-faktor yang dapat menyebabkan transportasi pasien yang tidak aman, antara lain : kesulitan dalam penyediaan alat untuk pelaksanaan life support, kerusakan/trauma/cidera multiple pada pasien, toleransi yang jelek pada pemindahan pasien terhadap gangguan maupun getaran, keadaan lingkungan atau jalan yang tidak mendukung selama transportasi, kurangnya skill dan kurangnya koordinasi antar petugas. Menurut Green (2003), kemungkinan komplikasi yang terjadi selama transportasi pasien antara lain : 1) pada system respirasi terjadi gangguan ventilasi, oksigenasi dan asam basa. 2) pada pasien kardiovaskuler terjadi perubahan tekanan darah dan gangguan irama. 3) pada peralatan berubahnya posisi tube, line, drain. 4) perubahan status neurologi dan kematian selama traansportasi.
Pedoman transportasi merekomendasi bahwa semua rumah sakit mempunyai sebuah protap terhadap transportasi dalam rumah sakit antar rumah sakit yang dikembangkan oleh sebuah tim multidisiplin. Perencanaan prosedur ini mencakup komunikasi dan koordinasi sebelum transportasi, personel, peralatan monitoring selama transportasi dan pendokumentasian. Perencanaan akan dievaluasi dan diperbaiki secara teratur menggunakan standar kualitas proses pengembangan.
Prosedur yang tepat dan benar terkait dengan proses transfer pasien wajib diterapkan di rumah sakit karena ada persyaratan regulasi yang ada. Terkait dengan prosedur transfer pasien ini menjadi penting karena berhubungan erat dengan keselamatan pasien, di mana hal ini menjadi sasaran akreditasi rumah sakit versi tahun 2012 (KARS 2012). Untuk itu KARYA Training Center bermaksud membantu seluruh staff di rumah sakit agar mampu membangun system, prosedur dan teknis implementasi transfer pasien yang tepat guna dan efektif.
TUJUAN TRAINING TATALAKSANA TRANSFER PASIEN DI RUMAH SAKIT
Tujuan dari manajemen transfer pasien adalah :
- Mengingatkan dan memberikan kesadaran kepada peserta pentinya menjunjung tinggi keselamatan pasien di rumah sakit.
- Memberikan pemahaman dan aplikasi yang objetif terkait dengan prosedur dan system transfer pasien yang baik dalam rangka memenuhi persyaratak akreditasi rumah sakit.
- Memberikan arah yang tepat kepada petugas rumah sakit untuk menjunjung tinggi keselamatan pasien, di atas profesionalitas yang tinggi dan berdedikasi.
MATERI TRAINING TATALAKSANA TRANSFER PASIEN DI RUMAH SAKIT
- Review dan pembahasan khusus proses transfer pasien terkait dengan safety pasien, sesuai dengan persyaratan akreditasi rumah sakit SNARS 2018
- Tahap persiapan transfer pasien (procedural, system dan dokumentasi) yang harus di penuhi.
- Pemeriksaaan sebelum dan sesudah transfer pasien di lakukan.
- Hal-hal apa saja yang perlu di perhatikan dalam proses transfer pasien.
- Proses serah terima (pasien & dokumen) serta pengawasan selama proses.
PESERTA TRAINING TATALAKSANA TRANSFER PASIEN RUMAH SAKIT
Dokter, Staff medis/Keperawatan, anggota team Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit dan seluruh team yang terlibat dalam proses transfer pasien di rumah sakit.
NARASUMBER
KARYA Training Center Trainer & Consultant
Referensi
- RS Grestelina MKS (Jl. Letjen Hertasning No.51, Pandang, Kec. Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan)
- RSUD MOKOPIDO TOLI-TOLI (Jl. Lanoni No.37, Baru, Baolan, Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah)










