Training Manajemen Diklat
PENGANTAR TRAINING MANAJEMEN DIKLAT
Rumah sakit sebagai organisasi yang padat karya yang melibatkan tenaga kerja dalam jumlah besar harus mampu memperlakukan tenaga kerja sebagai aset dari rumah sakit. Tenaga medis maupun non-medis di rumah sakit yang bekerja dengan kompetensinya masing-masing merupakan bentuk pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit. Pynes dan Lombardi (2011) mengemukakan bahwa seluruh sumber daya manusia yang ada di rumah sakit merupakan lini terdepan yang membangun hubungan dengan pasien serta berperan untuk membentuk persepsi masyarakat terhadap rumah sakit sebagai pelayanan kesehatan untuk masyarakat. Pembentukan persepsi masyarakat akan rumah sakit salah satunya dapat ditentukan oleh praktek tenaga kesehatan di lapangan dalam memberikan pelayanan. Sehingga nantinya akan berkembang menjadi alasan utilisasi pelayanan kesehatan oleh masyarakat, kembali lagi atau tidaknya pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di suatu rumah sakit.
Untuk mendukung kegiatan pengembangan kompetensi SDM, terutama pada organisasi pelayanan kesehatan, yang dalam hal ini adalah rumah sakit, diperlukan suatu sistem manajemen pelatihan dan pengembangan karyawan. Fungsi manajemen yang mengelola pelatihan dan pengembangan karyawan pada umumnya diejawantahkan ke bentuk unit PSDM (Pengembangan Sumber Daya Manusia) atau unit Diklat (Pendidikan dan Pelatihan) di suatu rumah sakit. Adanya manajemen yang mengelola pelatihan dan pengembangan SDM ini merupakan hal yang krusial bagi organisasi pelayanan kesehatan untuk mengorganisir kegiatan pelatihan guna meningkatkan kompetensi. Meskipun pandangan
akan pentingnya pelatihan dan pengembangan tenaga rumah sakit sudah menjadi isu global dan banyak disebar dalam berbagai bentuk publikasi, pelatihan dan pengembangan di rumah sakit seringkali tidak dijadikan prioritas. Salah satu alasannya adalah karena terbentur dengan alokasi pendanaan yang cukup besar dan merasa tidak menghasilkan apa-apa secara signifikan. Padahal program pelatihan dan pengembangan merupakan hal yang perlu dilakukan secara berkala dan kontinyu. Pengembangan dan pelatihan tenaga di rumah sakit dapat menjadi suatu langkah strategis manajemen rumah sakit dalam menyediakan pelayanan kesehatan dengan optimal.
TUJUAN TRAINING MANAJEMEN DIKLAT
- Menyusun program diklat bagi staff RS
- Menyelenggarakan kegiatan diklat RS sesuai kaidah-kaidah diklat
- Mengevaluasi kegiatan belajar mengajar yang diadakan oleh diklat
MATERI TRAINING MANAJEMEN DIKLAT
- Filosofi pelatihan
- Siklus diklat
- Pengkajian kebutuhan pelatihan (TNA)
- Perumusan Tujuan pelatihan
- Rancangan Diklat
- Penyusunan Kurikulum dan GBPP
- Penyelenggaraan Pelatihan (Training Delivery)
- Master of Training
- Metode Pembelajaran
- Akreditasi Pelatihan
- Evaluasi Pelatihan
- Pengendalian Mutu Pelatihan
PESERTA TRAINING MANAJEMEN DIKLAT
Penanggung jawab unit diklat di suatu organisasi, Staf diklat, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan SDM di bagian DIKLAT di rumah sakit.
NARASUMBER
KARYA Training Center Trainer & Consultant
Referensi
- RS AR Bunda Prabumulih (Sumatera Selatan)
- RSUD SITI AISYAH LUBUKLINGGAU (Sumatera Selatan)
- RSUD Gunung Tua (Sumatera Utara)
- RSUD Mokopido (Jl. Lanoni No.37 Tolitoli Kel. Baru Kec. Baolan Kab. Tolitoli)
- HOMECARE 24 (Graha Irama Building Lt.10 Unit C Jl. HR. Rasuna Said, Jl. Rw. Jaya No.1-2, RT.6/RW.4, Kuningan Tim., Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan)
- RS INTAN HUSADA (Jalan Mayor Suherman No.72, Tarogong, Kec. Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat)
- RSUD DELI SERDANG (Jl. Mh. Thamrin No.126, Lubuk Pakam Pekan, Kec. Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara )
- RSUD SUKADANA (JL. Letnan Adnan Sanjaya Kab. Lampung Timur)
- RS PUSAT PERTAMINA (Jl. Kyai Maja No.43, RT.4/RW.8, Gunung, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan,)
- RSUD KOTA MAKASSAR (Jl. Perintis Kemerdekaan No.KM.14, Daya, Kec. Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan)










