Training Pelayanan Pasien pada Akhir Hayat
oleh KARYA Training Center
PENGANTAR TRAINING PELAYANAN PASIEN PADA AKHIR HAYAT
Pasien dengan kondisi terminal seperti ini, hal yang dianggap sangat berharga
adalah spiritual. Menurut Murray (2004), spiritual care pada pasien dengan
penyakit terminal dirasakan oleh pasien sebagai hal yang penting. Sejalan dengan
itu, Mok, Wong, dan Wong (2009) menyatakan bahwa satu-satunya sumber
penyembuhan (healing) bagi pasien dengan penyakit terminal adalah spiritualitas
mereka. Pasien membutuhkan intervensi spiritual dengan porsi yang cukup besar,
selain pengobatan ataupun perawatan fisik (Mcgrath, 2004). Menurut Guillory,
Sowell, Moneyham, dan Seals (1997), pasien dengan penyakit terminal akan lebih
mencari makna dari kehidupan sebagai cara untuk memperpanjang kelangsungan
hidup mereka. Ketika tidak ada lagi cara untuk sembuh, perhatian pasien akan
terfokus pada pemahaman terhadap proses kehidupan dan keterikatan dengan
kekuatan yang lebih tinggi. Pentingnya pemenuhan kebutuhan spiritual juga
diperkuat oleh Puchalski (2009) yang menyatakan bahwa tidak semua penyakit
dapat disembuhkan namun selalu ada ruang untuk “healing”atau penyembuhan.
Penyembuhan dapat dimaknai sebagai penerimaan terhadap penyakit dan
ketentraman dalam kehidupan danspiritual menjadi inti dari penyembuhan”. Dalam
penelitian lainnya Puchalski et al (2009) mengungkapkan bahwa penyembuhan
mengacu pada kemampuan seseorang mendapatkan kebahagiaan, kenyamanan,
koneksi, makna, dan tujuan hidup dalam penderitaan maupun rasa sakit yang
dialami.
Tenaga kesehatan memerlukan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan,
ketrampilan, termasuk perubahan perilaku melayani pasien terminal. Pasien tahap
terminal adalah keadaan seseorang mengalami sakit yang tidak mempunyai
harapan sembuh akibat kegagalan organ yang berkibat kematian.
Respon pasien tahap terminal sangat individual. Tergantung kondisi fisik,
psikologis, sosial yang dialami. Sehingga dampak yang ditimbulkan pada setiap
individu juga berbeda. Kondisi ini mempengaruhi tingkat kebutuhan dasar yang
diperlihatkan pasien terminal.
TUJUAN TRAINING PELAYANAN PASIEN PADA AKHIR HAYAT
Setelah mengikuti training ini diharapkan peserta mampu :
a. Menghargai nilai yang dianut pasien, agama, dan preferensi budaya
b. Memberikan respon pada hal psikologis, emosional, spiritual, dan budaya dari
pasien dan keluarga
c. Memberikan pemahaman dalam menangani pasien yang sakratul maut atau
hamper meninggal
d. Memahami tentang tatalaksana menghadapi pasien yang mengalami tahap
terminal
MATERI TRAINING PELAYANAN PASIEN PADA AKHIR HAYAT
a. Tatalaksana menghadapi pasien yang mengalami tahap terminal dan Sakratul maut
b. Deskripsi rentang pola hidup sampai menjelang kematian
c. Pola puncak dan lembah
d. Pola dataran yang menurun
e. Pola tebing yang menurun
f. Pola landai yang turun sedikit-sedikit
g. Perkembangan persepsi tentang kematian
h. Ciri-ciri pokok pasien yang akan meninggal
i. Tatalaksana kegiatan pelayanan pada tahap terminal (akhir hidup) di RS
j. Prosedur membersihkan jenazah
PESERTA YANG DIREKOMENDASIKAN
Dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya yang ada di rumah sakit.
METODE PELAKSANAAN
Training ini menggunakan metode interaktif, dimana peserta dikenalkan kepada
konsep dan diberikan contoh aplikasinya
TRAINER
KARYA Training Center Consultant & Team
REFERENSI:
1. RSUD CENGKARENG (Jl. Bumi Cengkareng Indah No.1, RT.13/RW.10, Cengkareng Tim., Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat,)
2. RS TK II 14.05.01 PELAMONIA (JL. JENDERAL SUDIRMAN NO. 27)
3. UNIVERSITAS BINAWAN (JL. KALIBATA RAYA NO. 25-30, KEC. CAWANG, JAKARTA TIMUR)
4. RSUD PANGLIMA SEBAYA KAB. PASER KALTIM (JL. KUSUMA BANGSA KM 5 TANAH GROGOT, KAB PASER KALTIM)










