Training Kewaspadaan Kegawatdaruratan Maternal dan
Neonatal (KKMN)
oleh Karya Training Center
Sertifikat kemenkes 10 SKP
PENGANTAR
Kegawatdaruratan Obstetri dan Neonatal merupakan kondisi yang dapat
mengancam nyawa seseorang, hal ini dapat terjadi pada masa kehamilan,
persalinan bahkan kehamilan. Banyak sekali penyakit dan gangguan selama
kehamilan yang dapat membahayakan keselamatan ibu dan kelahirannya. Krisis ini
harus segera ditangani karena jika tidak ditangani secara perlahan akan
mengakibatkan kematian ibu dan bayi baru lahir (Purwo Astuti & Walyani, 2015).
Krisis adalah peristiwa yang tidak terduga atau tiba-tiba, seringkali merupakan
peristiwa yang berbahaya (Dorland, 2011). Keadaan darurat juga dapat
didefinisikan sebagai situasi serius dan terkadang berbahaya yang terjadi secara
tiba-tiba dan tidak terduga serta membutuhkan tindakan segera untuk
menyelamatkan nyawa (Campbell, 2000). Kedaruratan Obstetri adalah kondisi
kesehatan yang mengancam jiwa yang terjadi selama kehamilan atau selama dan
setelah persalinan dan persalinan. Ada beberapa penyakit dan gangguan selama
kehamilan yang mengancam keselamatan ibu dan anak (Chamberlain dkk, 1999).
Kegawatdaruratan Obstetri adalah peristiwa kelahiran yang jika tidak segera
ditangani akan mengakibatkan kematian ibu dan janin. Peristiwa ini merupakan
penyebab utama kematian ibu janin dan bayi (Saifuddin, 2002).
Masalah darurat selama kehamilan dapat disebabkan oleh komplikasi kehamilan
tertentu atau kondisi medis atau bedah yang terjadi bersamaan. Krisis neonatal
adalah situasi yang membutuhkan penilaian dan perawatan yang tepat untuk bayi
baru lahir yang sakit kritis (? 28 hari) dan membutuhkan pengetahuan untuk
mengenali perubahan psikologis dan kondisi patologis yang mengancam jiwa yang
dapat muncul setiap saat (Sharieff, Brousseau, 2006). Pasien atau pasien gawat
darurat adalah pasien yang memerlukan pertolongan yang tepat, akurat dan cepat
untuk mencegah kematian/kecacatan. Keberhasilan bantuan ini diukur dari waktu
respons penolong. Definisi lain dari pasien darurat adalah pasien yang tidak
berdaya, akan meninggal atau cacat, yang membutuhkan diagnosis dan perawatan
segera. Karena waktu yang terbatas, upaya pertolongan harus dilakukan secara
sistematis dengan mengutamakan kegiatan-kegiatan yang memiliki fungsi vital.
TUJUAN
? Agar para tenaga kesehatan seperti bidan, calon bidan dan tenaga medis lainnya
mampu mengenali kondisi gawat darurat yang dihadapinya serta dapat
melakukan penanganan yang cepat dan tepat
? Mempraktekan sesuai dengan prinsip penanganan dan penilaian penderita
(primary dan secondary survey).
? Menentukan manajemen penanganan kasus trauma berdasarkan prioritas.
? Memulai dengan menagemen primary dan secondary survey yang mengacu
pada “golden hour” dalam penanganan kasus gawat darurat.
? Dapat mempraktekkan pengkajian fisik pada pasien Kegawat Daruratan
Kebidanan sesuai dengan konsep yang diajarkan.
PESERTA YANG DIREKOMENDASIKAN
Bidan yang bekerja, memiliki akun Sehat, Pendidikan Minimal D-III
MATERI
? Kebijakan Program Kesehatan dan Sistem
? Rujukan Ibu dan Bayi Baru Lahir
? Pencegahan Infeksi Pada Persalinan Bayi Baru Lahir
? Tatalaksana Persalinan Bersih dan Aman
? Tatalaksana Kegawatdaruratan pada Kehamilan, Persalinan dan Nifas
? Tatalaksana Kegawatdaruratan pada Bayi Baru Lahir
? Tatalaksana kegawatdaruratan pada Ibu dan Bayi Baru Lahir Komprehensif
? Building Learning Commitment (BLC)
? Rencana Tindak Lanjut (RTL)
? Anti Korupsi
METODOLOGI PELATIHAN
Pelatihan dikemas dengan baik sehingga diharapkan peserta pelatihan bisa
mengikuti pelatihan dengan tetap fokus dan bersemangat, metode yang digunakan
antara lain penjelasan ceramah, teori, pembahasan studi kasus, video










