PENGANTAR
Laboratorium merupakan tempat untuk mengadakan riset ilmiah, eksperimen, pengukuran atapun pelatihan ilmiah. Laboratorium biasanya dibuat untuk memungkinkan dilakukannya kegiatan kegiatan tersebut secara terkendali. Laboratorium klinik adalah laboratorium kesehatan yang melaksanakan pelayanan pemeriksaan di bidang Hematologi, Kimia Klinik, Imunoserologi, Parasitologi Klinik dan bidang lain yang berkaitan dengan kepentingan kesehatan perorangan terutama untuk menunjang upaya diagnosis penyakit, penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. Kualitas laboratorium dapat didefinisikan sebagai akurasi, keandalan, dan ketepatan waktu laporan hasil tes. Hasil laboratorium harus seakurat mungkin. Semua aspek pemeriksaan laboratorium sesuai dan pelaporan harus tepat waktu agar berguna kesehatan masyarakat. Hasil pemeriksaan laboratorium dimungkinkan memiliki beberapa tingkat ketidakakuratan. Tantangan laboratorium untuk mengurangi tingkat ketidakakuratan sebanyak mungkin, mengingat keterbatasan sistem pengujian kami. Tingkat akurasi 99% mungkin dapat diterima, tetapi kesalahan 1% yang dihasilkan dapat menjadi kesalahan fatal pada pengujian laboratorium (WHO, 2018).
Manajemen laboratorium merupakan usaha untuk mengelola laboratorium. Suatu laboratorium dapat dikelola dengan baik sangat ditentukan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan satu dengan lainnya. Beberapa alat laboratorium yang canggih, dengan staff professional yang tampil belum tentu dapat berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, manajemen laboratorium adalah salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan laboratorium sehari-hari. Pembagian tugas yang jelas, pemanfaatan fasilitas yang efektif, efisien, disiplin dan administrasi laboratorium yang baik pula. Untuk menghasilkan pemeriksaan laboratorium yang dapat dipercaya/ bermutu, maka setiap tahap pemeriksaan laboratorium harus dikendalikan. Pengendalian setiap tahap ini untuk mengurangi atau meminimalisir kesalahan yang terjadi di laboratorium. Mutu laboratorium klinik meliputi mutu hasil pemeriksaan dan mutu layanan. Mutu hasil yaitu hasil pemeriksaan laboratorium yang dapat dipercaya (memenuhi standar mutu), sedangkan mutu layanan adalah aktivitas yang diberikan sesuai kebutuhan atau harapan pelanggan (mengatasi keluhan pasien/pelanggan menurun) (Sari & Resmiaty, 2017).
TUJUAN
- Peserta mampu memahami tentang pengelolaan dan penanganan laboratorium
- Peserta mampu memahami tentang standar kualitas laboratorium RS atau Klinik
- Peserta mampu memahami tentang sistem mutu laboratorium RS atau Klinik
- Peserta mampu memahami tentang pengendalian dokumen dan sistem dokumentasi
- Peserta mampu memahami tentang validasi, analisa, dan monitoring laboratorium RS atau Klinik
MATERI
- Pengantar pengelolaan dan Penanganan Laboratorium
- Standar Kualitas Laboratorium Rumah Sakit atau Klinik (ISO 17025 & ISO 15189)
- Sistem Manajemen Mutu Laboratorium RS atau Klinik (Struktur Organisasi,
Fasilitas, Lingkungan Kerja, Kalibrasi, Pemeliharaan, dan Kinerja)
- Pengendalian Dokumen dan Sistem Dokumentasi Laboratorium RS atau Klinik
- Konsep Dasar Validasi dan Verifikasi Analisa Laboratorium RS atau Klinik
- Persiapan Analisa Laboratorium Klinik: Sampling, Preparation, Report
- Pengendalian dan Monitoring Analisa Laboratorium RS atau Klinik (Quality
Control Laboratorium)
PESERTA YANG DIREKOMENDASIKAN
- Kepala Laboratorium RS/Klinik
- Analis Laboratorium RS/Klinik
METODOLOGI PELATIHAN
Pelatihan dikemas dengan baik sehingga diharapkan peserta pelatihan bisa mengikuti pelatihan dengan tetap fokus dan bersemangat, metode yang digunakan antara lain penjelasan ceramah, teori, pembahasan studi kasus, video










